Senin, 13 Juli 2026

Pengantar Sistem Operasi

Pengantar Sistem Operasi

Mengenal Definisi dan Ragam Sistem Operasi

 


Gambar 102 Pengantar Sistem Operasi



1. Definisi Sistem Operasi
Sistem operasi (operating system atau OS) adalah perangkat lunak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemudahan untuk pemakai dalam penggunaan komputer. 
Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software aplikasi. Layanan tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, tugas penjadwalan, dan antar-muka user. 
Bagian kode yang melakukan tugas-tugas ini dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
2. Ragam sistem operasi
Sistem operasi yang digunakan untuk sistem komputer umum termasuk komputer personal terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu:
2.1. Keluarga Microsoft Windows 
Sistem operasi ini meliputi :
- Windows Desktop Environment berbasis MS-DOS (versi 1.x hingga 3.x), 
- Windows berbasis GUI Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME). 
- Sistem operasi berbasis Windows NT seperti :
Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, windows server 2008, windows server 2008 R2, Windows Home Server, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012 dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014. Keluarga Windows CE seperti windows CE 1.0-CE 6.0 dan Windows Mobile.

2.2. Keluarga Unix. 
Sistem operasi ini menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, debian, red hat, SUSE, Ubuntu, Zeath OS (berbasis kernel linux yang dimodifikasi.). 
MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. 
Sistem operasi keluarga unix lainnya seperti AIX, Amiga OS, DragonFly BSD, Free BSD, GNU, HP-UX, IRIX,Linux, LynxOS, MINIX, NetBSD, OpenBSD, OS X, Plan 9, QNX, Research UNIX, SCO OpenServer, Solaris, UNIX System V, Tru64 UNIX, UnixWare, 

3. Keluaraga Mac OS. 
Sistem operasi ini dikeluarkan oleh industri komputer Apple yang disebut Mac atau Macintosh. 
Sistem operasi ini antara lain ialah Public Beta (Kodiak), Mac OS X 10.0 (Cheetah), Mac OS X 10.1 (Puma), Mac OS X 10.2 (Jaguar), Mac OS X 10.3 (Panther), Mac OS X 10.4 (Tiger), Mac OS X 10.5 (Leopard), Mac OS X 10.6 (Snow Leopard), Mac OS X 10.7 (Lion), Mac OS X 10.8 (Mountain Lion). 
Berbasis Server : OpenStep, Raphsody, Mac OS X Server 1.0, berbasis Mobile: iOS. Awal tahun 2007 dikeluarkan versi 10.5 (Leopard). 
Tahun 2011 diluncurkan versi 10.7 (lion). Sistem tersebut menggunakan interface TEXT (DOS, POSIX, LINUX), dan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (berbasis TEXT dan berbasis GUI).

Perkembangan Umum Sistem operasi per Generasi Gambar 108 Sistem Operasi Per Generasi

🖥️ Perkembangan Sistem Operasi

 

Gambar 108 Sistem Operasi Per Generasi



Menurut Tanebaum, Sistem Operasi mengalami perkembangan yang dapat dibagi ke dalam lima generasi.

Generasi Awal (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. 
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung oleh pengguna. 

Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan. Generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS

Generasi Ketiga (1965-1980)
Sistem operasi pada generasi ini dikembangkan untuk melayani banyak pemakai, dimana para pemakai berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer. Sistem operasi menjadi multi-user (digunakan oleh banyak pengguna sekaligus), multi-programming (melayani banyak program sekaligus) dan multi tasking (melayani banyak tugas dan pekerjaan / Batch Processing System)

Generasi Keempat (1980 – 2000-an)
Pada masa ini sistem operasi telah menggunakan Graphical User Interface (GUI) yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan mudah digunakan. Pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar (distributed computer) dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

Generasi Selanjutnya
Pada generasi ini diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi dan Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti: PDA, Poket PC, Laptop, Notebook dan NetBook. Sistem Operasi jaringan virtual juga berkembang, sehingga dalam satu jaringan hanya diinstal satu buah Sistem Operasi pada perangkat Server. 
Pada masa ini, diperkenalkan virtualization sistem yaitu satu komputer dapat diclonning secara virtual menjadi lebih dari satu komputer (sistem operasi) yang dapat bekerja bersama-sama, Cross Platform Operating System (multiboot system) yang dapat menggabungkan dua atau lebih Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan Windows. 
Generasi ini merupakan awal tren Mobile Computing, yang perangkatnya didominasi oleh Android, iOS, Blackberry OS, Windows mobile, Windows Phone dan Symbian. Pada masa ini dikenalkan sistem iClaud (layanan komputasi awan) yaitu sistem layanan jaringan yang dipublikasikan oleh Apple Inc pada tanggal 6 Juni 2011 di San Fransisco. iCloud memungkinkan para penggunanya untuk mensinkronisasi data seperti foto, musik, dan dokumen dari perangkat satu ke perangkat lain seperti ke dalam iPhone, iPad, iPod Touch, Mac dan komputer secara otomatis pada waktu yang bersamaan.
----------------- Suplemen -------------------------

Pengantar Bahasa Pemrograman

Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi



1. Klasifikasi Software
Sistem komputer memiliki 3 elemen penting, yaitu : Hardware, Software dan Brainware. Software menjadi penghubung komunikasi antara Brainware dan Hardware.Software secara umum, terbagi menjadi tiga yaitu : Bahasa Pemrograman, Sistem Operasi dan Program Aplikasi.
Bahasa Pemrograman adalah sebuah software yang digunakan untuk membuat Sistem Operasi dan Program Aplikasi. 
Sistem Operasi adalah sebuah software yang digunakan untuk mengkomunikasikan antara Brainware dan Hardware. 
Program Aplikasi adalah Software yang dibuat untuk kebutuhan tertentu, misalnya : Microsoft Excel adalah software untuk khusus menangani masalah spreadsheet.

2. Level Bahasa Pemrograman
Bahasa mesin (machine language) memiliki program yang sangat panjang karena menggunakan kode biner sehingga sulit dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer). 
Keunggulan Bahasa mesin adalah prosesnya sangat cepat dan tidak memerlukan interpreter atau penterjemah. 
Bahasa tingkat rendah (low level language) mirip dengan bahasa mesin yang memiliki program yang panjang dan sulit dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer).
Meskipun prosesnya cepat, bahasa tingkat rendah ini memerlukan interpreter atau penterjemah. 
Bahasa tingkat tinggi (high level language) menyerupai struktur bahasa manusia sehingga mudah dipahami oleh Brainware (Pengguna Komputer).  
Kelemahan Bahasa Tingkat Tinggi ini adalah memerlukan interpreter atau penterjemah berupa compiler.

3. Klasifikasi Bahasa Pemrograman

Berdasarkan fasilitas grafis yang dimilikinya, Bahasa pemrograman dapat dibagi menjadi dua, yaitu : Bahasa Pemrograman Berbasis Text dan Bahasa Pemrograman Berbasis GUI.  
Pada awalnya, Bahasa Pemrograman hanya dapat digunakan dalam basis teks. Bahasa Pemrograman Berbasis teks ini hanya mengenal huruf, angka dan tanda baca dan tidak mengenal grafis. Yang termasuk Bahasa Pemrograman Berbasis Text adalah
a. Bahasa Pemrograman Basic yang dikembangkan menjadi Turbo Basic,
b. Bahasa Pemrograman Pascal yang dikembangkan menjadi  Turbo Pascal,
c. Bahasa Pemrograman C++ yang dikembangkan menjadi Turbo C++, 
Perkembangan selanjutnya, Bahasa Pemrograman Berbasis teks dikembangkan menjadi Bahasa Pemrograman Berbasis GUI.
Keunggulan Bahasa Pemrograman Berbasis GUI adalah sudah memiliki fasilitas grafis  ( Grafik, Gambar, Audio dan Video). Yang termasuk dalam Bahasa Pemrograman Berbasis GUI adalah :
a. Bahasa Pemrograman Visual Basic pengembangan dari Turbo Basic
b. Bahasa Pemrograman Delphi pengembangan dari Turbo Pascal
c. Bahasa Pemrograman Visual C++ pengembangan dari Turbo C++
----------------------------------------- Presentasi -----------------------------------------


1. Klasifikasi Software





2. Level Bahasa Pemrograman






3. Klasifikasi Bahasa Pemrograman

Materi Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi

Sistem Operasi : Kemampuan, Kategori dan Perkembangannya

Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi

Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi

Hardware • Software • Brainware • Operating System

  Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi


Gambar 162 Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi





Materi Interaksi Hardware, Software, Brainware dan Sistem Operasi

Terima kasih telah membaca materi ini.

Rabu, 06 Mei 2026

PRAKTIKUM MIKROTIK (INDIVIDU)

TUJUAN PRAKTIKUM
  1. Memahami proses instalasi dan penggunaan aplikasi Winbox sebagai alat konfigurasi router MikroTik.
  2. Mengetahui fungsi interface serta cara pengelolaannya pada router MikroTik.
  3. Mampu melakukan konfigurasi IP Address pada jaringan lokal.
  4. Memahami fungsi DHCP Client dalam memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP.
  5. Mampu membuat dan mengatur DHCP Server untuk membagikan IP Address otomatis kepada client.
  6. Mengetahui indikator keberhasilan konfigurasi melalui terbentuknya IP Pool.
ALAT DAN BAHAN
  1. Laptop / PC sebagai perangkat konfigurasi
  2. Router MikroTik
  3. Kabel LAN (UTP)
  4. Koneksi ISP (Internet Service Provider)
  5. Aplikasi Winbox
LANGKAH KERJA PRAKTIKUM

1. Mengunduh Aplikasi Winbox

Tahap pertama yaitu mengunduh aplikasi Winbox versi Windows melalui situs resmi MikroTik. File Winbox umumnya berbentuk winbox.exe dan dapat langsung digunakan tanpa proses instalasi.

2. Mengekstrak File Winbox

Setelah proses download selesai, lakukan ekstraksi apabila file masih berada dalam format ZIP atau RAR.

3. Menjalankan Aplikasi Winbox

Buka file winbox.exe dengan klik dua kali hingga tampilan utama Winbox muncul di layar.

4. Menghubungkan Perangkat

Port Ether1 → Dihubungkan ke ISP / Modem
Port Ether3 → Dihubungkan ke Laptop / PC

Setelah perangkat terhubung, daftar router MikroTik akan tampil pada menu Neighbors di Winbox. Pilih perangkat yang terdeteksi dengan cara klik dua kali.

Tujuan: Agar aplikasi Winbox dapat terkoneksi dengan router MikroTik dan siap untuk dikonfigurasi.

5. Login ke Router MikroTik

Masukkan data login bawaan berikut:

Username: admin
Password: dikosongkan

Kemudian klik Connect.

Tujuan: Masuk ke sistem operasi RouterOS pada MikroTik.

6. Mengganti Nama Interface Ether1

Masuk ke menu Interfaces, pilih ether1, kemudian ubah nama interface menjadi:

ISP TJKT

Lalu klik Apply dan OK.

Tujuan: Memudahkan identifikasi bahwa interface tersebut digunakan sebagai jalur koneksi internet dari ISP.

7. Mengganti Nama Interface Ether3

Pilih ether3, kemudian ubah nama interface menjadi:

SERVER

Klik Apply dan OK.

Tujuan: Memberikan penanda bahwa interface digunakan untuk jaringan lokal atau server.

8. Masuk ke DHCP Client

Masuk ke menu:

IP → DHCP Client

Tujuan: Mengatur router agar memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP.

9. Menambahkan DHCP Client

Klik tombol New (+), kemudian pilih interface:

ISP TJKT

Klik Apply lalu OK.

Tujuan: Agar router dapat menerima IP Address otomatis dari jaringan ISP.

10. Memastikan IP dari ISP Masuk

Masuk ke menu:

IP → Addresses

Apabila konfigurasi berhasil, maka IP Address dari ISP akan tampil pada interface ISP TJKT.

Tujuan: Menunjukkan bahwa router sudah terhubung dengan jaringan internet.

11. Menambahkan IP Address Jaringan Lokal

Masuk ke menu:

IP → Addresses → New (+)

Masukkan IP berikut:

192.168.(absen).1/24

Contoh apabila nomor absen 40:

192.168.40.1/24

Kolom network akan terisi otomatis. Ubah bagian akhirnya menjadi:

192.168.(absen).0

Contoh:

192.168.40.0

Klik Apply dan OK.

  • IP .1 digunakan sebagai gateway jaringan lokal
  • IP .0 digunakan sebagai network address
  • /24 menunjukkan subnet mask 255.255.255.0

12. Memastikan IP Lokal Berhasil

Setelah konfigurasi disimpan, interface Server akan muncul pada Address List dengan IP yang sudah dibuat sebelumnya.

Tujuan: Menandakan konfigurasi jaringan lokal telah berhasil dilakukan.

13. Masuk ke DHCP Server

Masuk ke menu:

IP → DHCP Server

Tujuan: Membuat layanan pembagian IP otomatis kepada client.

14. Menambahkan DHCP Server Baru

Klik tombol New (+) kemudian klik Apply dan OK.

Tujuan: Membuat layanan DHCP dasar pada router.

15. Menjalankan DHCP Setup

Klik tombol DHCP Setup, kemudian pilih interface:

Server

Klik Next.

Tujuan: Agar layanan DHCP hanya berjalan pada jaringan lokal.

16. Menyelesaikan DHCP Setup

Klik Next terus hingga proses selesai. Sistem akan otomatis mengatur beberapa konfigurasi seperti:

  • Range IP Address
  • Gateway
  • DNS Server
  • Lease Time

Tujuan: Mempermudah proses konfigurasi DHCP Server secara otomatis.

17. Mengecek DHCP Server

Apabila konfigurasi berhasil, maka akan muncul:

dhcp1 dengan interface Server

Tujuan: Menunjukkan bahwa DHCP Server telah aktif dan berjalan dengan baik.

18. Melihat IP Pool

Masuk ke menu:

IP → Pool

Pada menu tersebut akan terlihat rentang IP yang akan dibagikan kepada client.

Contoh:

192.168.40.2 - 192.168.40.254

Tujuan: Mengetahui daftar IP Address yang siap diberikan kepada perangkat client.

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, konfigurasi dasar MikroTik menggunakan Winbox seperti pengaturan interface, DHCP Client, IP Address, dan DHCP Server dapat diterapkan dengan baik.

Router berhasil menerima koneksi internet dari ISP dan mendistribusikannya ke jaringan lokal secara otomatis. Praktikum ini memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan jaringan menggunakan router MikroTik.

Kamis, 30 April 2026

PRAKTIKUM MIKROTIK (KELOMPOK)

Konfigurasi MikroTik

Konfigurasi MikroTik

Persiapan Perangkat

1. Pasang power ke MikroTik hingga perangkat menyala normal.

2. Hubungkan kabel LAN dari ISP ke port Ether1.

3. Hubungkan kabel LAN dari laptop / server ke port Ether2.

Login ke MikroTik

4. Download aplikasi Winbox dari website resmi MikroTik.

5. Buka file winbox.exe.

6. Pada menu Neighbors, pilih MAC Address router lalu klik Connect.

Username : admin
Password : kosong
Konfigurasi Interface
Langkah 7
  • Ether1 menjadi ISP ZAHRA
  • Ether2 menjadi SERVER ZAIRA
Konfigurasi Internet
Langkah 8

IP → DHCP Client

Klik Add (+), pilih interface ISP ZAHRA, lalu klik Apply dan OK.

Router akan mendapatkan IP otomatis dari ISP.

Konfigurasi Jaringan Lokal
Langkah 9
Address : 192.168.32.1/24
Interface : SERVER ZAIRA
Network : 192.168.32.0
Konfigurasi DHCP Server
Langkah 10-11

IP → DHCP Server → DHCP Setup

Pilih interface SERVER ZAIRA, lalu lanjutkan setup sampai selesai.

Konfigurasi NAT
Langkah 12
Chain : srcnat
Out Interface : ISP ZAHRA
Action : masquerade
Hasil Praktikum

Rabu, 15 April 2026

Panduan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

 

MikroTik hAP lite RB941-2nD


I. Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum konfigurasi, siapkan:

  1. Router MikroTik hAP lite (RB941-2nD)
  2. Laptop / PC
  3. Kabel UTP / LAN
  4. Software Winbox
  5. Koneksi internet dari Modem / ISP

II. Topologi Jaringan Sederhana



Keterangan:
  • Ether1 → koneksi ke Internet / Modem
  • Ether2-Ether4 → koneksi ke jaringan LAN

 

III. Panduan Login Pertama Winbox MikroTik

3.1 Persiapan Awal

    Langkah-langkah:

    • Hubungkan kabel LAN dari Ether2 MikroTik ke Laptop.
    • Sambungkan power MikroTik menggunakan adaptor / micro USB.
    • Jalankan aplikasi Winbox di komputer.
    Sebelum login, pastikan:
      • Router MikroTik sudah menyala
      • PC/Laptop terhubung ke MikroTik via:
        • Kabel LAN (Ether2–Ether5)
      • Sudah download aplikasi Winbox dari MikroTik

    3.2 Cara Download Winbox
    • Buka website resmi MikroTik: https://mikrotik.com/download
    • Scroll ke bagian Tools & Utilities
    • Cari Winbox
    • Klik tombol Download (biasanya file bernama winbox.exe)

    3.3 Cara Menggunakan Setelah Download

      1. Tidak perlu instalasi (portable)
      2. Klik dua kali file winbox.exe
      3. Akan langsung terbuka aplikasi Winbox
      4. Hubungkan ke MikroTik:
        • Via MAC Address (tab Neighbors)
        • Atau via IP Address

    3.4 Tips Penting

      • Gunakan hanya dari situs resmi MikroTik untuk menghindari virus
      • Tidak perlu install → langsung jalan
      • Bisa disimpan di flashdisk untuk penggunaan di banyak komputer
      • Pastikan jaringan sudah terhubung ke router MikroTik

    3.5 Membuka Aplikasi Winbox

      • Klik 2x file winbox.exe
      • Akan muncul tampilan utama Winbox

    3.6 Mendeteksi Router (Neighbors)

      1. Klik tombol “Neighbors”
      2. Tunggu beberapa detik
      3. Akan muncul daftar router MikroTik:
        • MAC Address
        • IP Address
        • Identity

    Pilih salah satu (biasanya otomatis terdeteksi)

    3.7 Login Pertama

    Gunakan data default:

      • Login : admin
      • Password : (kosongkan saja)

    Kemudian:

      • Klik Connect

    3.8 Ganti Password (WAJIB!)

    Setelah berhasil login:

      1. Klik menu System → Users
      2. Pilih user admin
      3. Klik Password
      4. Isi password baru (minimal kuat)
      5. Klik OK

    Virtualisasi Sistem Operasi

    Gambar 380. Virtualisasi Sistem Operasi Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa sistem operasi pad...