Rabu, 29 Oktober 2025

Variable Length Subnet Mask (VLSM) dalam pengaturan IP address


Pengertian VLSM

VLSM adalah metode subnetting di mana ukuran (panjang) subnet mask bisa berbeda-beda untuk tiap subnet, tergantung kebutuhan jumlah host di setiap subnet tersebut. Medium+3course-net.com+3Belajar Ngonfig+3
Dengan kata lain: kalau kamu punya suatu network besar, dan kamu ingin membaginya ke beberapa subnet yang masing-masing butuh jumlah host yang berbeda, maka dengan VLSM kamu bisa memilih subnet mask yang paling “pas” untuk tiap bagian — tidak harus semua subnet ukuran sama. Belajar Ngonfig+2course-net.com+2

Contoh ringkas: jika satu subnet hanya butuh kira-kira 10 host, dan yang lain butuh 200 host — maka dengan VLSM kamu tidak harus memberi keduanya mask besar yang sama (yang akan memboroskan alamat IP) — melainkan memberikan mask lebih kecil ke 10 host, mask lebih besar ke 200 host.


Mengapa VLSM penting / Manfaatnya

Beberapa manfaat utama dari menggunakan VLSM dalam pengaturan IP adalah:

  • Efisiensi alamat IP: Karena mask bisa disesuaikan, maka jumlah alamat yang “terbuang” bisa diminimalkan. Medium+2course-net.com+2

  • Fleksibilitas desain jaringan: Karena tiap subnet bisa berbeda ukuran, maka lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan nyata tiap bagian jaringan. course-net.com+1

  • Mengurangi pemborosan dalam jaringan besar: Pada jaringan dengan banyak subdivisi (misalnya departemen berbeda, lokasi berbeda) yang membutuhkan jumlah host yang tidak sama, VLSM memberikan solusi agar blok IP tetap optimal. smkn1anyer.sch.id+1

  • Dukungan protokol routing modern: Banyak protokol routing (seperti OSPF, RIP v2, EIGRP) mendukung route dengan prefix berbeda sehingga VLSM bisa diterapkan secara efektif. course-net.com+1


Cara Kerja dan Langkah-Langkah Penerapan VLSM

Untuk menerapkan VLSM, ada proses dan urutan langkah yang umumnya dilakukan. Berikut rangkaian tipenya:

Langkah Umum

  1. Tentukan kebutuhan host untuk tiap subnet (misalnya subnet A butuh 120 host, subnet B butuh 30 host, dst). smkn1anyer.sch.id+2Belajar Ngonfig+2

  2. Urut dari kebutuhan paling besar ke paling kecil (hal ini untuk memudahkan alokasi blok IP secara efisien). course-net.com

  3. Untuk kebutuhan yang paling besar, berikan blok IP dengan mask yang mencukupi jumlah host – misalnya 120 host → pilih blok yang bisa menampung >120 host.

  4. Sisakan blok alamat selanjutnya untuk subnet-selanjutnya, dengan panjang mask yang lebih besar (yang berarti lebih sedikit host) untuk kebutuhan yang lebih kecil.

  5. Pastikan tidak terjadi tumpang-tindih alamat dan perhatikan boundary network, broadcast, host pertama/terakhir.

  6. Pastikan protokol routing atau perangkat jaringan mendukung penggunaan prefix yang berbeda-beda (karena VLSM = prefix variabel).

Contoh Sederhana

Misalnya kita punya network besar: 192.168.1.0/24, dan ingin membuat tiga subnet dengan kebutuhan host sebagai berikut:

  • Subnet1: 50 host

  • Subnet2: 30 host

  • Subnet3: 10 host

Dengan VLSM, kita bisa melakukan:

  • Untuk 50 host → pilih mask /26 (karena /26 menyediakan 62 host valid) → misalnya 192.168.1.0/26

  • Untuk 30 host → bisa pilih /27 (30 host cukup) → misalnya 192.168.1.64/27

  • Untuk 10 host → pilih /28 (14 host valid) → misalnya 192.168.1.96/28
    Ini contoh yang sangat mirip dengan pembahasan di beberapa artikel. course-net.com


Perbedaan dengan FLSM

Metode tradisional yaitu Fixed Length Subnet Mask (FLSM) dimana semua subnet dari satu network diberi ukuran subnet mask yang sama (jumlah host sama untuk semua subnet) — ini kadang tidak efisien apabila kebutuhan tiap subnet berbeda. Belajar Ngonfig+1
Sedangkan VLSM memungkinkan mask berbeda antar subnet, sehingga lebih fleksibel dan efisien. RackH


Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pastikan kamu memiliki perencanaan yang baik, urut dari terbesar ke terkecil kebutuhan host agar blok-blok IP bisa dialokasikan tanpa overlap.

  • Pastikan routing mendukung prefix variabel (classless routing) karena VLSM tidak cocok dengan routing yang hanya mendukung classful saja. ITBOX by Course-Net+1

  • Dokumentasikan alokasi subnet dengan baik supaya ketika ada pertumbuhan atau pengubahan jaringan, mudah dikendalikan.

  • Jangan lupa sisakan ruang untuk pertumbuhan future (spare) jika memungkinkan. Meskipun VLSM mengarah ke efisiensi alamat, namun terlalu ketat alokasi bisa menyulitkan ketika pertumbuhan terjadi.

Rabu, 22 Oktober 2025

Daftar 5 Perusahaan Beserta IP Address, Kelas IP, dan Subnet Mask dengan Prefik /28

Tabel CIDR /28 - Pink Soft

Tabel CIDR /28 — 5 Perusahaan

Daftar contoh alamat jaringan dengan prefix /28.

No Nama Perusahaan CIDR Network ID Rentang Host Broadcast Subnet Mask Jumlah Host
1 PT. Astra Digital 192.168.10.0/28 192.168.10.0 192.168.10.1 – 192.168.10.14 192.168.10.15 255.255.255.240 14
2 PT. Tokopedia 172.16.5.16/28 172.16.5.16 172.16.5.17 – 172.16.5.30 172.16.5.31 255.255.255.240 14
3 PT. Gojek Indonesia 10.1.4.32/28 10.1.4.32 10.1.4.33 – 10.1.4.46 10.1.4.47 255.255.255.240 14
4 PT. Bukalapak 192.168.20.48/28 192.168.20.48 192.168.20.49 – 192.168.20.62 192.168.20.63 255.255.255.240 14
5 PT. Telkom Indonesia 10.10.10.80/28 10.10.10.80 10.10.10.81 – 10.10.10.94 10.10.10.95 255.255.255.240 14

Kamis, 16 Oktober 2025

CLASS IP ADDRESS PERUSAHAAN

Daftar IP Perusahaan (CIDR /9 - /24)

Daftar 15 IP Address Perusahaan

No Nama Perusahaan Alamat IP Kelas CIDR Subnet Mask
1PT Unilever Indonesia36.80.10.5A/9255.128.0.0
2PT Indofood Sukses Makmur45.112.12.6A/10255.192.0.0
3PT Mayora Indah57.23.45.8A/11255.224.0.0
4PT Djarum Kudus61.11.32.2A/12255.240.0.0
5PT Gudang Garam102.99.10.3A/13255.248.0.0
6PT Sido Muncul110.88.15.7A/14255.252.0.0
7PT Wings Surya120.45.30.4A/15255.254.0.0
8PT Danone Indonesia150.107.65.9B/16255.255.0.0
9PT Kalbe Farma160.122.22.10B/17255.255.128.0
10PT Kimia Farma170.88.14.11B/18255.255.192.0
11PT Garena Indonesia180.240.31.2B/19255.255.224.0
12PT Bukalapak190.124.10.8B/20255.255.240.0
13PT Lazada Indonesia192.168.5.3C/21255.255.248.0
14PT Blibli.com203.12.7.4C/22255.255.252.0
15PT Lion Air Group210.88.9.6C/24255.255.255.0

Rabu, 01 Oktober 2025

540.531 Komunikasi Optik 2 Mencari IP Address ISP

Alat yang di butuhkan:

1. Adapter/Penyuplai daya


2. HTB


3. Kabel Fiber Optik


4. Fiber to Ethernet Converter


5. Internet Provider berupa AccessPoint dan 2 buah Kabel UTP


Langkah-langkah:

1. Hubungkan ISP ke AccessPoint menggunakan kabel utp



2. Hubungkan AccesPoint ke HTB menggunakan kabel utp


3. Hubungkan HTB ke 
Fiber to Ethernet Converter menggunakan kabel fiber optic

(jika di HTB nya di colokkan ke huruf A, maka di 
Fiber to Ethernet Converter nya huruf B, begitupun sebaliknya)

4. Setelah itu hubungkan ke laptop menggunakan kabel UTP


5. Setelah itu buka CMD di laptop dan ketik  "ipconfig"


6. Ping IPv4 Address yang diberikan dari hasil IP Configuration, untuk mengecek apakah sudah tersambung atau belum


Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ri...